TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG DI BLOG "DharmaVirya.Blogspot.com", "Selalu Semangat, Belajar, dan Menjalankan Dhamma", Semoga Blog ini bermanfaat untuk orang banyak,.... JANGAN BOSAN-BOSAN YA,.. DI TUNGGU KEDATANGANNYA KEMBALI :)

DharmaVirya To Android

Untuk memudahkan Sahabat membaca artikel-artikel dan update selalu dari blog DharmaVirya.
kini telah hadir digengamanmu, sebuah aplikasi DharmaVirya diandroid,. 
Sahabat bisa langsung Download GRATISSSSS 

CLIK DOWNLOAD

Sabtu, 21 Juli 2012

Kematian dan Umat Buddha

Penulis : M. O’C. Walshe, Willy Liu. Penerjemah : Seng Hansun (Ajaran Buddha dan Kematian), Agustus 2010


Sikap apa yang semestinya dimiliki oleh seorang umat Buddhis sejati terhadap kematian? Mari pertama kita catat bahwa dalam Kristiani Tradisional, sebagaimana dalam Gereja Katholik Roma (yang lebih memiliki kebijaksanaan), perhatian besar diberikan pada kematian. Ritual-ritual khusus dilakukan, dan setiap upaya dilakukan untuk membantu orang-orang yang sekarat untuk meninggal dengan kerangka pikiran yang dianggap benar.
Bagi mereka yang tidak memiliki keyakinan pada alam baka, semua hal seperti itu tidaklah berarti. Bagi umat  Buddhis  dan  penganut  paham  ‘keberlangsungan’ non-Katholik lainnya, mereka dapat lebih terbuka terhadap kritik-kritik tertentu, namun dasar  ajarannya  sepenuhnya dijalankan. 
Khususnya  dalam  ajaran  Buddha  Tibetan, terdapat ketaatan yang serupa, sementara di negara-negara Theravada hal tersebut merupakan kewajiban bagi seorang bhikkhu  vipassana  untuk  membantu  mereka  yang  sekarat.
Tentu  saja,  kerangka  pikiran  mengenai  bagaimana  seorang penganut ajaran Buddha meninggal tidaklah serupa dengan yang  diharapkan  dari  pengikut  sebuah  agama  ‘theistik’.
Namun setidaknya lebih baik untuk mencoba memberikan pemahaman  demikian  kepada  mereka  yang  sekarat semampu  kita, daripada  memberikan  obat  penenang  agar mereka menjadi tidak sadar sebagai standar baku yang rutin dilakukan.
Dengan cara itu, mereka akan terlahir lagi di kehidupan berikutnya dalam keadaan yang sama seperti kebutaan  dan  kebingungan  yang  telah  mereka  lalui  selama kehidupan ini.
Mari kita catat sekali lagi bahwa pertimbangan-pertimbangan seperti itu hanya dapat ditolak sebagai tidak cukup berharga jika kita sangat yakin bahwa tidak ada bentuk kehidupan berikutnya apapun – dan bahkan dengan dasar itu dapat  jadi  sangat  kejam  untuk  menghilangkan  kenyamanan itu  dari  mereka  yang  sekarat. 
Karenanya  saran  yang  dibuat dalam lingkaran humanis bahwa rumah sakit keagamaan harus dihilangkan, hanya dapat dikarakteristikkan sebagai hal yang buruk.
Beberapa rumah sakit seperti itu dapat jadi sangat tidak bermanfaat, tetapi sebagian besar setidaknya dapat  memberikan  sedikit  kenyamanan  bagi  mereka  yang sedang sakit dan sekarat. Tentu saja idealnya, mereka semua semestinya adalah para bhikkhu yang telah terlatih!

Namun  demikian,  saat  seseorang  benar-benar  sekarat sesungguhnya  sudah  agak  terlambat  untuk  baru  memulai berpikir  serius  tentang  kematian. 
Kita  semestinya  telah membiasakan diri kita dengan pemikiran seperti itu jauh sebelum  kita  berharap  hal  itu  akan  terjadi.  Dan  di  samping itu, bahkan bagi mereka yang masih muda dan kuat, kematian masih dapat terjadi secara tiba-tiba. Mors  certa  –  hora incerta, “Kematian itu pasti – waktunya yang tidak pasti.”
Memiliki pemikiran semacam ini di dalam pikiran adalah sebuah aspek penting dalam Pengertian Benar bagi umat Buddha. Dan karenanya latihan Buddhis seperti Meditasi terhadap Kematian (peny. objek) – tidak terlalu populer di Dunia Barat – mestilah dikembangkan.
Kematian bagi umat Buddha sesungguhnya bukanlah akhir dari segalanya – namun kematian berarti putusnya seluruh ikatan yang mengikat kita terhadap keberadaan kita sekarang, dan karenanya, semakin kita tidak terikat pada dunia ini dan belenggunya, semakin siap kita dalam menghadapi kematian, dan pada akhirnya semakin dekat kita melalui jalan yang menuju pada Keadaan Tanpa Kematian – inilah salah satu nama dari Nibbana: amata – “Keadaan Tanpa Kematian”.
Sementara itu, bagi mereka yang belum terlalu jauh menempuh Jalan, kematian tidak dapat dipisahkan dari kelahiran. Keberadaan dalam dunia fenomena ini (samsara) adalah lingkaran kelahiran dan kematian. Yang satu tidak dapat dipahami tanpa yang lainnya, dan tidak dapat ada tanpa keberadaan yang lainnya.

Kita semua takut pada kematian, namun sebenarnya kita juga harus takut pada kelahiran yang mengikutinya. Dengan latihan, hal ini tidak selalu terjadi. Ketakutan akan kelahiran lagi  tidak  terlalu  kuat  dibandingkan  dengan  ketakutan akan kematian.
Hal ini merupakan bagian dari pandangan pendek kita pada umumnya (bagi mereka yang benar-benar percaya akan kelahiran lagi), dan kenyataan tersebut harus dihadapi. Pencerahan Sempurna hanya akan dicapai saat ada  hasrat  untuk  mengubah  seluruh  bentuk  “kelahiran kembali”  –  bahkan  yang  paling  menyenangkan  sekalipun.
Meskipun  kemudian  sebagai  langkah  pertama,  penerimaan atas  kenyataan  akan  kelahiran  kembali  dapat  membantu mengatasi ketakutan akan kematian, kemelekatan terhadap kelahiran lagi itu sendiri juga selanjutnya harus diatasi secara bertahap.

Free Download PDF AJARAN BUDDHA DAN KEMATIAN

0 komentar:

PROFIL ADMIN

Profil Admin:

dharmavirya.blogspot.com
Motto : "Selalu Semangat, Belajar, dan Menjalankan Dhamma"

 Namo Buddhaya,. Namo Dharmaya,. Namo Sanghaya,. _/|\_

Salam sahabat,...
selamat datang di blog Dharma Virya.

Sebelum panjang x lebar x tinggi :) saya "admin" ingin menampakan diri untuk sahabat dimanapun,.

Nama       : Dharma Virya
TTL          : Tangerang, 07-08-90
Pekerjaan : Design di Star Property
Kegiatan   : Kuliah, Futsal, Lion & Liong Dance, dan Ngeblog.

Walaupun blog ini milik pribadi tapi blog ini bersifat universal. 
Di blog ini memiliki artikel-artikel Dhamma berdasarkan ceramah-ceramah, majalah buddhis, situs buddhis, dan e-book. Yang saya sajikan untuk sahabat, semoga sahabat dapat memahami makna dhamma.

Dhamma  artinya  kebenaran  nyata  yang  dibabarkan  Sang  Buddha,  yang berisikan petunjuk lengkap untuk mencapai kebahagiaan. Dhamma Sang Buddha  bukan  hanya  sesuai  untuk  para  bhikkhu, samanera,  maupun mereka  yang  tinggal  di  vihara  saja.  Dhamma  Sang  Buddha  juga  sangat bermanfaat untuk para perumah tangga yang tinggal dalam masyarakat luas.

Tak hanya berisikan religi semata, tapi juga saya sajikan special untuk sahabat. Tentang berbagai macam cerita, iptek, sains, pengetahuan alam, dan kejadian-kejadian di Dunia.
================================================================

Blog ini memiliki banyak kekurangan, maka dari itu saya ingin sahabat dimanupun memberikan kritik dan saran agar blog ini menjadi lebih baik,.

Jika sahabat memiliki cerita dalam bentuk word, pdf, dll. Sahabat boleh berbagi ke saya dan akan  diposting kedalam blog ini,. sedikit berdana, membahagiakan banyak orang itu luar biasa,.

kirimkan krtik & saran, dan cerita menarik sahabat ke E-Mail : dharmavirya@gmail.com
jangan lupa biodata yg lengkap,. ok sahabat,. :)

Selamat beraktifitas kawan-ku
sabbe satta bhavantu sukhitatta "Semoga semua makhluk berbahagia"